Bijak dalam Bermedsos

Bijak dalam Bermedsos

Oktober 1, 2018 0 By Radio Kita FM Cirebon

Bijak dalam Bermedsos

Seiring banyaknya ucapan belasungkawa teruntuk saudara2 kita yang terkena dampak bencana gempa, terselip juga beberapa postingan yang mengaitkan kejadian bencana dengan azab. Seolah yang terkena gempa adalah mereka yang gemar maksiat. Muncul lah teks-teks bersifat ancaman dalam suasana seperti ini.

Bukan berarti tidak boleh, tapi mbok ya nanti dulu. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, sudah mah sedang terkena musibah terus kita ‘sukur sukurin’. Mbok ya ditolong dulu, diobati lukanya, ditenangkan pikirannya, baru nasehat bisa sampai kepada mereka.

Perlu diketahui bahwa kegagalan para penyampai risalah di zaman now bukan karena isi risalah yg disampaikan, melainkan bisa jadi cara penyampaian yang salah. Itulah kenapa para ulama salaf sangat perhatian dengan permasalahan adab dan akhlak. Para ulama terdahulu bahkan menganjurkan untuk terlebih dulu mempelajari akhlak sebelum menggeluti bidang-bidang ilmu yang lain.

Saya jadi teringat kisah seorang badui yang kencing sembarangan di masjid. Para sahabat kala itu dibuatnya geram dengan kelakuan si badui itu. Namun rasululluah melarang sahabat menghardiknya. Setelah si badui selesai melakukan hajatnya, barulah nabi memerintahkan para sahabat untuk membersihkannya.

Ternyata perlakuan rasulullah yang membiarkan orang badui terlebih dulu menyelesaikan hajatnya itu bukan tanpa alasan. Banyak kemashlahatan terjadi setelahnya. Bagaimana jadinya bila rasulullah membolehkan para sahabat menghardik orang badui saat masih dalam kondisi membuang hajatnya. Bisa jadi ia akan kaget kemudian lari sehingga menyebabkan najis berceceran kemana-mana.

Dari kisah itu nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memberi pengajaran berarti bahwa dalam menyampaikan kebaikan, bukan hanya perlu bekal ilmu, tapi juga perlu kelembutan. Butuh timing yang tepat, ada masanya nasihat bisa sampai dan bisa diterima dengan baik. Bukan dengan cara memvonis disaat suasana duka tengah menyelimuti korban bencana. Secara psikologis, ini membuat mereka malah menjadi semakin tertekan. Bukankah Allah memerintahkan hamba-Nya untuk berdakwah dengan hikmah.

Saudaramu, Hafidz

corrected by :
– Ustadz Muhammad Toharo, Lc
– Ustadz Arif Budiman, Lc
– Ustadz Aziz Rachman, Lc