ArtikelUstadz Fariq Gazim Anuz

DENGAN DOA, KEMUSTAHILAN TEREALISASI

Spread the love

🤲🤲🤲🤲🤲

Ustadzah Nada Al Rasyid menceritakan kisah nyata berikut ini, ” Salah seorang ibu guru berkata, “Saat saya mengajar di kelas satu SMP, jika adzan dikumandangkan maka saya berhenti sejenak. Saya mengajak murid-murid untuk menjawab adzan serta menganjurkan mereka berdoa sebentar. Sesungguhnya doa antara adzan dan iqomah merupakan doa yang mustajab. Saya perhatikan salah satu siswi berdoa dengan khusyu dan lebih lama dari teman-temannya.

Ketika saya mengoreksi buku latihannya, saya panggil siswi tersebut dan saya katakan, “Saya kagum dengan kebiasaanmu berdoa dengan khusyu dan lebih lama dari teman-temanmu, masya Allah.”

Ia berkata, ” Sejak saya di kelas lima SD saya tahu keutamaan doa antara adzan dan IQOMAT. Sejak itu saya rajin berdoa antara adzan dan iqomat. Ada sebuah doa yang sering saya ulang-ulang.”

Saya bertanya penasaran, “Doa apakah itu?” Ia menjawab, “Saya anak tunggal, umur saya 13 tahun. Saya iri ketika mendengar teman-temanku memiliki adik perempuan. Saya berdoa agar Allah mengaruniakan untukku adik perempuan. Tapi ketika ibuku tahu doaku, beliau memintaku untuk berdoa memohon anak laki-laki. Akhirnya saya berdoa agar Allah mengaruniakan anak laki-laki untuk ibuku sesuai dengan keinginannya. Saya juga berdoa agar Allah mengaruniakan anak perempuan untuk menemaniku. Saya berdoa juga agar Allah mengaruniakan anak laki-laki untuk kami agar saudara laki-lakiku yang pertama tidak sendirian seperti keadaanku sekarang.”

Saya terharu mendengarkan isi doanya sambil berkata, “Semoga Allah mengabulkan doamu.” Saya berikan buku latihannya dan lupa dengan kejadian ini.

Dua tahun kemudian, siswi yang saya ceritakan tadi menghampiri saya dan mengatakan, “Ibu guru! Ada berita gembira! Semalam ibuku melahirkan anak kembar tiga, dua bayi laki-laki dan satu bayi perempuan!”

Saya bertakbir dan memuji Allah serta mengucapkan selamat kepada siswi tersebut. Saya tidak melupakan kejadian tersebut dan mengambil pelajaran yang berharga atas semangatnya berdoa dengan terus menerus tanpa putus asa dan atas persangkaan baiknya kepada Allah.”

Penyusun teringat dengan ucapan Umar bin Khathab radhiallahu anhu, “Saya tidak memikirkan bagaimana doa saya dikabul, tapi yang saya pikirkan bagaimana saya bisa berdoa. Karena jika seorang hamba berdoa maka otomatis doa tersebut akan dikabul oleh Allah.”

Allah berfirman yang artinya,

” Dan Rabb kalian berfirman, “Berdoalah kalian kepada Ku, niscaya akan Aku kabulkan untuk kalian ” (Surat Ghaafir 60)

Yang dimaksud memikirkan bagaimana bisa berdoa adalah dengan memperhatikan sebab-sebab dikabulkannya doa dan menghindari penghalang-penghalang dikabulkannya doa. Diantara penyebab dikabulkannya doa adalah sumber penghasilan yang halal, dia yakin dan bersangka baik kepada Allah, dan berdoa di waktu-waktu yang mustajab seperti antara adzan dan iqomat, di sore hari Jumat antara asar dan maghrib, di sepertiga malam terakhir dan lainnya.

Semoga Allah mengaruniakan kepada kita semua rezeki yang halal, baik dan barakah. Semoga Allah memberi taufik dan menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba Nya yang rendah hati, tidak sombong dan selalu banyak berdoa kepada Nya, amin.

🌹🌹🌹🌹🌹

Dengan ridha, hidup terasa indah…

Dengan senyuman, segala masalah terasa ringan…

Dengan istighfar, segala kebutuhan terpenuhi…

Dengan doa, kemustahilan terealisasi…

🌻🌻🌻🌻🌻
(Dari Buku “Mengasah Hati”
Oleh: Fariq Gasim Anuz
Penerbit: Ajib Publishing, Jakarta)

Comment here