Fatwa Tentang Tata Cara Mengganti Shalat Yang Terluput

Fatwa Tentang Tata Cara Mengganti Shalat Yang Terluput

Pertanyaan: Jika saya terkuput dari salah satu atau lebih shalat wajib karena tertidur atau lupa, maka bagaimana saya mengganti solat yang terluput? Apakah saya menunaikan shalat yang terluput itu lebih dahulu kemudian shalat yang sekarang atau sebaliknya?

Jawaban : Engkau melakukan shalat yang terluput lebih dahulu kemudian menunaikan shalat yang sekarang dan tidak boleh mengakhirkannya dan telah tersebar dikalangan manusia bahwa ketika seseorang terluputkan shalat fardhu maka dia menggantinya bersama shalat fardhu yang sesuai pada hari kedua. Misalnya, seandainya dia tidak shalat fajar hari ini maka dia tidak shalat fajar kecuali bersama shalat fajar pada hari yang kedua. Dan ini adalah salah dan menyelisihi petunjuk nabi shalallahu ‘alaihi wasallam baik dalam perkataan dan perbuatan beliau.

            Adapun perkataan beliau adalah hadits yang shahih dari beliau bahwa beliau bersabda: “barangsiapa tertidur dari shalat atau lupa maka hendaklah ia menunaikan shalat ketika mengingatnya….” (telah terdahulu takhrijnya) dan tidak dikatakan “Hendaklah shalat dihari kedua

Sedangkan perbuatan beliau shalallahu ‘alaihi wasallam yaitu ketika terluputkan beberapa shalat pada saat perang Khandaq maka beliau shalat sebelum shalat yang sekarang. Ini menunjukan bahwa seseorang menunaikan shalat yang terluput terlebih dahulu kemudian shalat yang selanjutnya. akan tetapi seandainya lupa lalu mendahulukan shalat yang sekarang daripada shalat yang terluput atau karena tidak tahu maka shalatnya sah karena ini udzur baginya.

Dalam kesempatan ini saya ingin mengatakan: sesungguhnya shalat berkaitan dalam masalah ‘qadha ada tiga macam:

Pertama: mengqadha’ pada saat hilangnya udzur (yakni udzur mengakhirkan) yaitu shalat lima waktu maka kapan pun hilang udzurnya  (dengan mengakhirkannya) maka wajib mengqadha’nya.

Kedua: ketika terluput tidak mengqadha’nya tetapi mengqadha‘ dengan menggantinya, yaitu shalat jum’at. Ketika seseorang datang setelah imam berdiri dari ruku’ raka’at kedua, maka pada kondisi ini dia dia harus shalat zhuhur. Adapun jika dia menjumpai ruku’ pada raka’at kedua maka dia shalat jum’at lalu shalat satu raka’at setelah imam selesai salam. Hal ini tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Sebagian orang mendatangi shalat jum’at sementara imam telah berdiri dari ruku’ pada raka’at kedua, maka dia dianggap tidak mendapatkan jum’at sama sekali, sehingga ia wajib shalat zhuhur karena sabda nabi shalallahu ‘alaihi wasallam: barangsiapa mendapatkan ruku’ dari shalat maka dia mendapatkan satu raka’at shalat.” (Telah terdahulu takhrijnya)

Dari sini dipahami bahwa barangsiapa yang mendapatkan lebih sedikit (dari ruku’), berarti ia tidak mendapatkan shalat itu, shalat jum’at diganti dengan shalat Zhuhur . karena itu, bagi wanita dirumah atau orang sakit yang tidak mendatangi  jum’at wajib menunaikan shalat Zhuhur, bukan shalat jum’at, maka jika mereka shalat jum’at (dua raka’at saja) dalam kondisi seperti ini, maka shalatnya batal tidak diterima.

Ketiga: ketika shalat terluput mengqadha’nya melainkan pada waktu yang sama dengannya yaitu shalat ied ketika tidak mengetahui kecuali setelah tergelincirnya matahari, maka para ahli ilmu agama berkata bahwa mereka menunaikan shalat pada hari berikutnya pada waktu yang sama dengannya.

Jika demikian maka mengganti shalat ada tiga macam:

1.Mengqadha ketika hilangnya udzur (alasan) seperti shalat lima waktu, shalat witir, dan yang serupa dengannya dari shalat-shalat yang disunnahkan waktunya.

2.Mengqadha’ (jum’at) dengan penggantinya ketika terluput, yaitu diganti dengan shalat Zhuhur.

3.Mengqadha’ dengan shalat yang sama, pada waktu yang sama pada hari berikutnya, seperti shalat ied ketika terluput, maka shalat shalat pada waktu yang sama dihari berikutnya. Wallahul muwaffiq.

 

(Liqaa’at Al-Baabil Maftuuh No.101)

Diambil dari buku berjudul Fatwa-Fatwa Penting Dalam Sehari-hari jilid ke 1 karya Syaikh Muhammad Shalih AL-Utsaimin

Radio Kita FM Cirebon

Radio Kita 94.3 FM Cirebon. Saluran Radio Kajian Islam & Tilawah Al-Quran Telp (0231) 488728, SMS Online 085210943943, Telpon On Air: (0231) 488728

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published.