Artikel

Kisah Seorang Yang Lewat Sebuah Negeri

Dahulu pada masa Bani Isroil, ada seorang mengendarai seekor keledai dan membawa bekal. Ia melewati Negeri Baitul Muqoddas. Raja Bukhtanashor telah menghancurkan negeri itu dan membunuh penduduknya. Waktu itu, Baitul Muqoddas hanya tinggal reruntuhan. Tak seorangpun yang tersisa.

Orang itu diam berfiikir. Dia berucap, “Bagaimana Allah menghidupkan negeri ini setelah hancur”? Menurutnya negeri itu sudah sangat hancur dan tak mungkin bisa kembali semula.

Allah ingin menampakan kekuasaan-Nya. Maka Allah mematikan orang tadi selama seratus tahun. Setelah lewat tujuh puluh tahun sejak kematiannya, negeri ini telah terbangun kembali. Negeri ini kembali ditempati oleh manusia seperti semula. Bani Isroil telah kembali ke negeri itu.

Ketika Allah menghidupkan kembali orang itu, yang pertama kali Allah hidupkan adalah matanya. Sehingga dia bisa melihat sendiri, bagaimana Allah menghidupkan badannya. Setelah orang itu sempurna, maka melalui perantara malaikat, Allah berkata kepadanya, “Berapa lama kamu tinggal di sini?” Orang itu menjawab, “Aku tinggal di sini satu hari atau setengah hari.” Dia mengira tinggal di sana satu atau setengah hari, karena dia dimatikan pada pagi hari kemudian di hidupkan kembali di sore hari. Ketika dia melihat matahari sore masih kelihatan, disangkanya matahari itu adalah matahari yang saat dimatikan oleh Allah.

Maka Allah melalui perantaraan malaikat berkata, “Bahkan engkau tinggal di sini selama seratus tahun. Lihatlah pada makananmu dan minumanmu tidak berubah. Lihatlah kepada keledaimu, bagaimana Allah menghidupkannya sedang kamu melihat proses penghidupannya. Kami akan menjadikanmu sebagai tanda bagi manusia bahwa Allah mampu membangkitkan mereka. Lihatlah kepada tulang belulang, bagaimana Kami menyusunnya kembali dan Kami membalutnya dengan daging.”

As-Sudi dan yang lainnya menceritakan bahwa tulang berulang keledai orang itu tercerai-berai di sekitarnya, di sebelah kanan dan kirinya. Orang itu melihat tulang-belulang itu jelas berwarna putih, kemudian Allah mengirimkan satu angin yang mengumpulkan tulang-belulang itu dari semua tempat, kemudia Allah menyusun setiap tulang itu pada tempatnya sampai menjadi tulang-belulang seekor kedelai yang berdiri yang tidak memiliki daging, urat syaraf, otot, dan kulit.

Lalu Allah mengutus satu malaikat yang meniupkan nyawa pada hidung keledai itu, sehingga keledai itu meringkik dengan izin Allah. Ketika telah jelas hal itu, dia berkata, “Aku tahu bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(Sumber: Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Baqoroh ayat 259)

Radio Kita FM Cirebon
Radio Kita 94.3 FM Cirebon. Saluran Radio Kajian Islam & Tilawah Al-Quran Telp (0231) 488728, SMS Online 085210943943, Telpon On Air: (0231) 488728
http://www.radiokitafm.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.