Menuai Pahala di Usia Senja

Menuai Pahala di Usia Senja

September 21, 2018 0 By Radio Kita FM Cirebon

Seandainya kehidupan manusia di dunia ini diepisodekan, mengkin bisa kita bagi menjadi enam episode: mulai episode balita, episode anak-anak, episode remaja, episode, dewasa, episode tua dan episode lanjut usia. Lanjut usia merupakan episode terakhir dari kehidupan dunia seseorang yang apabila diibaratkan seperti putaran hari maka menggambarkaan saat-saat menjelang matahari terbenam. Bayangkan, sisa kehidupan kita ini seperti saat kita menyaksikan matahari yang hendak tenggelam, sebentar lagi entah sesaat atau dua saat lagi kita pun akan meninggal dunia menuju akhirat yang belum kita ketahui gelap terangnya, tidak seperti matahari yang meninggalkan siang yang sudah jelas menuju waktu malam yang gelap.

Setelah sekian puluh tahun menjalani kehidupan dunia yang merupakan perniagaan antara untung dan rugi, usia senja kita saat ini merupakan saat dimana tidak ada lagi hal yang lebih penting bagi kita selain bekal amalan yang cukup untuk menggapai kerohmatan Robbul ‘alamin. Sudah saatnya kita bertaubat dan ber istighfar (memohon ampun) atas segala dosa dan maksiat yang dulu pernah kita lakukan, baik yang kita sadari maupun yang sangat banyak diantaranya tidak kita sadari. Sudah saatnya kita berharap-harap cemas di hadapan Allah dengan memperbanyak amal shalih: berharap amal shalih tersebut diterimanya, dan mencemaskannya bila saja amal yang telah kita lakukan tidak di terima. Sudah saatnya kita mempersiapkan pundi-pundi amal shalih untuk mengumpulkan pahala dan mengharap ridhoNya.

“Bila seorang manusia telah meninggal dunia maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; sodaqoh jariya, ilmu yang bermanfaat dan anak yang shalih yang berdo untuk orang tuanya”.

Bila kita memiliki pundi-pundi amal tersebut dan mampu melakukan semuanya maka sungguh itu merupakan sebuah kebaikan di atas kebaikan. Namun jangan bersedih juga jangan berduka, istighfar dan yakinlah bahwa masih banyak pundi-pundi amal lainnya yang sanggup kita tunaikan.

Patut kita simak sebuah riwayat yang harus kita perhatikan dan kita ambil faedahnya yang sangat agung dan manfaatnya yang begitu besar yaitu tatkala Robiah bin ka’ab al-aslami seorang sahabat yang mulia, bermalam dengan Rasulullah lalu dia datang kepada Rasulullah lalu dia datang kepada Rasulullah sambil membawa air wudhu untuk beliau dan beberapa keperluan beliau. Lalu beliaupun mengatakan kepadanya:”mintalah sesuatu!” dengan penuh semangat dan harapan yang kuat Robiah memohon kepada beliau untuk bisa mendampingi beliau di surga kelak. Mendengar permintaan Robiah beliau ingin meyakinkannya dengan bertanya kepadanya:”atau kamu minta yang lainnya?” Robiah pun dengan mantap menjawab:”Tidak, ya itulah (permintaanku)”. Kemudian beliaupun mengabulkan permohonan seraya memberitahukan kuncinya dengan sabda beliau:

“Bila demikian, bantulah aku supaya bisa memenuhi permintaanmu dengan kamu memperbanyak sujud (yaitu shalat)”.

Shalat! Ya, hanya shalat. Itulah yang disebutkan oleh Rasulullah kepada Rabiah Bin Ka’ab sebuah kunci untuk mendampingi beliau di surga. Semoga bila kita melakukannya maka akan mendapatkan seperti apa yang didapatkan oleh Robiah bin Ka’ab. Amin…

diambil dari majalah Al-Mawaddah edisi 12 tahun ke 1 jumadil tsaniyah-Rojab 1429 H/juli 2008 oleh ustad Anwari Ahmad