ArtikelCerpenUstadz Fariq Gazim Anuz

SAATNYA BERTAUBAT, SEBELUM TERLAMBAT!

Spread the love

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

Allah telah memberikan nikmat yang banyak sekali kepada Bani Israil. Allah mengutus para Rasul dan Nabi-Nabi yang banyak kepada Bani Israil untuk membimbing mereka menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Allah menolong mereka dari kekejaman penguasa yang zalim sampai Allah membinasakan Firaun dan tentaranya.

Baru saja mereka diselamatkan oleh Allah, dan mereka telah menyeberangi lautan, mereka melihat orang – orang yang menyembah berhala. Mereka meminta kepada Nabi Musa untuk membuatkan berhala – berhala untuk mereka sembah. Nabi Musa mengingkari mereka. (Lihat Surat Al A’raf 138-139)

Kemudian Nabi Musa Alaihissalam melanjutkan perjalanan bersama kaumnya. Kemudian beliau meninggalkan kaumnya selama empat puluh hari untuk menerima wahyu di gunung Thursina. Kepemimpinan diserahkan kepada Nabi Harun Alaihissalam. (Lihat surat Al A’raaf 142-147)

Sebagian besar Bani Israil menyimpang dengan menyembah patung sapi buatan Samiri. Nabi Musa pulang dalam keadaan marah kepada kaumnya. Beliau menghukum Samiri dan membakar patung sapi dari emas serta membuangnya ke laut. (lihat surat Al A’raaf 148-154 dan surat Thaaha 83-98)

Nabi Musa Alaihissalam membawa tujuh puluh orang pengikutnya mewakili kaumnya untuk bertaubat kepada Allah dan menaiki sebuah bukit. (Lihat surat Al A’raaf 155-157)

Sebagian kaumnya meminta kepada Nabi Musa Alaihissalam untuk langsung melihat Allah sebagai syarat keimanan mereka. Allah berfirman yang artinya,

“Dan (ingatlah) ketika kalian (Bani Israil) berkata, “Hai Musa, kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah dengan nyata, karena itu kalian disambar petir, sedang kalian menyaksikannya. Kemudian Kami bangkitkan kalian sesudah kematian kalian agar kalian bersyukur.”
(Surat Al Baqarah 55-56)

Kemudian Bani Israil berjanji setia untuk mengikuti syariat Allah yang telah disampaikan kepada Nabi Musa Alaihissalam. Allah mengangkat gunung Thursina diatas kepala – kepala mereka. Allah berfirman yang artinya,

” Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka) : ” Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepada kalian, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kalian menjadi orang-orang yang bertakwa.” (Surat Al A’raaf 171)

๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ๐Ÿ”ฅ

Kalau kita renungkan betapa banyak nikmat – nikmat yang Allah berikan kepada kita yang wajib kita syukuri.

Kita pernah sakit yang sepertinya akan mengantarkan kepada ajal, tapi Allah masih memberikan kesembuhan.

Saat di jalan raya, mungkin kita pernah mengalami kecelakaan atau nyaris kita mati di jalan raya. Allah masih memberi kesempatan kepada kita untuk hidup lebih panjang.

Kita pernah mengalami hidup susah, susah untuk makan dengan menu empat sehat lima sempurna. Susah karena kebutuhan yang wajar untuk keluarga masih lebih besar dari pendapatan kemudian Allah melepaskan kesusahan dan memberikan kemudahan.

Berbagai cobaan dan musibah silih berganti kemudian diakhiri dengan pertolongan Allah.

Apakah kita sudah bersyukur kepada Allah dengan melakukan ketaatan dan meninggalkan kebiasaan buruk dan dosa?

Sampai kapan kita menunda taubat? Berbagai bisikan setan bertumpuk tumpuk menghalangi kita untuk bertaubat. Takut kemiskinan, takut celaan orang, takut kehilangan pengaruh dan takut takut lainnya yang menunjukkan kelemahan iman dan kurang percaya dengan janji Allah. Allah berjanji,

… ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชู‘ูŽู‚ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ูŠูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุฎู’ุฑูŽุฌู‹ุง (2) ูˆูŽูŠูŽุฑู’ุฒูู‚ู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุญูŽูŠู’ุซู ู„ูŽุง ูŠูŽุญู’ุชูŽุณูุจู ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ููŽู‡ููˆูŽ ุญูŽุณู’ุจูู‡ู…(3)

Artinya,
“… Barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya….” (Surat Ath Thalaq 2-3)

Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk meninggalkan segala kebiasaan buruk. Semoga Allah menerima taubat kita dari segala dosa…

๐Ÿ’ง๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ง๐Ÿ’ฆ๐Ÿ’ง๐Ÿ’ฆ
Ustadz Fariq Gasim Anuz

Comment here