Sabar itu Baik

Sabar itu Baik

September 25, 2018 0 By Radio Kita FM Cirebon

Dalam sebuah hadis Rasulullah telah menginformasikan bahwa csabar itu laksana sinar matahari yang membawa pancaran cahaya panas sumbernya dan buat yang dikenainy. Beliau menyebutkan “Dan shalat laksana sinar rembulan, shodaqoh itu bukti keimanan, sedangkan sabar itu laksana sinar matahari”. (HR. Muslim kitab thoharoh bab fadhlul wudhu

Demikian itu disebabkan sabar merupakan perkara sulit dan sangat berat bagi seseorang, padanya terdapat kepenatan dan kepahitan bahkan terkadang terdapat sakit dan derita. Sehingga ia sangat sesuai bila diibaratkan dengan sinar matahari, dimana kita semua membutuhkannya dalam mengarungi kehidupan ini meski kita tahu betapa panasnya ia, begitu pulalah kesabaran.

Bila kita tengok kehidupan manusia di alam fana ini, mulai dari awal kehidupan hingga dia beranjak pergi meninggalkannya tentu kita dapati sangat banyak hal yang menuntut kesabaran. Adanya nafsu yang senantiasa menyeru kepada kelezatan hidup sementara, juga banyaknya sandungan yang kadang begitu berat di rasa oleh jiwa, juga beban kewajiban yang amat menyita waktu dan tenaga, semuanya benar-benar membutuhkan kesabarn dalam mengarunginya. Yang pasti, dalam kehidupan ini ada sebuah ujian dan kompetisi, semua ingin menuju sukses sekalipun harus melalui ujian hidup berat, mengerahkan daya dan upaya, serta banyak pengorbanan. Semua ini mengingatkan kita kepada sebuah ayat yang artinya: “Yang menjadikan mati dan hidup supaya Dia menguji kamu, siapa di antar kamu yang lebih baik amalnya. Dan  Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.(QS.AL-Mulk {67}:2)

Dalam kehidupan pasutri tentu banyak pula terjadi hal-hal yang mengharuskan mereka berdua bersabar. Sempitnya penghidupan, banyaknya tugas dan kewajiban, amanah memimpin keluarga, istri yang jelek akhlaknya, yang sulit di atur, dan masih banyak perkara yang menuntut kesabaran suami, mendampingi dan mendukungnya, mengurus harta dan mendidik anak-anak, pekerjaan rumah yang banyak, ditinggal suami, kematian anggota keluarga, musibah, dan lain-lainnya pun menuntut kesabaran istri. Ini belum lagi dikaitkan dengan adanya beberapa perbedaan antara kedua anggota pasutri itu sendiri, juga tingginya cita-cita dan harapan mereka berdua sebelum hidup bersama yang makin menuntut kesabaran prima dari mereka kedua guna menuai kesudahan yang baik, sebab semua ini tidak akan membuahkan kebaikan selain dengan kesabaran.

Rasulullah menyatakan dalam sabda beliau ayang artinya:”sungguh mengherankan hal ihwalnya seorang yang beriman, sungguh seluruhnya adalah baik, tatkala mendapati hal yang menggembirakan dia bersyukur maka dia mendapati kebaikan dan tatkala musibah yang menyusahkan menimpanya dia bersabar maka dia menempati kebaikan pula, yang demikian ini tidak terjadi pada siapapun, hanya seorang yang beriman”.(HR. Muslim Kitabuz Zuhdi war Roqoiq)

Bila pasutri memahami hakikat kehidupan di dunia yang sedemikian itu maka dengan izin Allah mereka akan mampu bersabar meski panas dan berat mengemban, karena kelak mereka akan menuai hasil kesabaran yang sangat manis rasanya, Allah berfirman:

Katakanlah: “Hai hamba-hamba Ku yang beriman bertaqwa kepada Rabbmu”. Orang orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas”(QS. Az-Zumar[39]:10)

diambil dari majalah al-mawaddah edisi 7 tahun 1 muharam-shofar 1429 H Februari 2008 oleh ust.Anwari Ahmad