Artikel

TIDAK SUKA DIANGGAP ISTIMEWA

Spread the love

Diriwayatkan bahwa seseorang memiliki ibu menderita lumpuh selama 20 tahun. Suatu hari ibunya berkata,

“Wahai anakku… Pergilah kepada Ahmad bin Hanbal dan mintalah beliau mendoakan kesembuhan untukku!”

Saya pun mendatangi rumah beliau. Ketika saya mengetuk pintu, beliau bertanya, “Siapa ini?” Saya jawab, “Saya tinggal dekat dari sini. Ibuku sakit lumpuh menahun, memerintahkan saya agar Anda mendoakan kepada Allah memohon kesembuhan untuknya.”

Saya mendengar jawaban beliau seperti perkataan orang yang marah dengan mengatakan,

“Kami lebih membutuhkan doa, kami butuh orang yang mendoakan untuk kami.”

Saya pun pergi, lalu keluarlah seorang wanita lanjut usia dari rumahnya (rumah Imam Ahmad)
seraya berkata,

“Anda yang barusan minta kepada Abu Abdullah (Imam Ahmad) untuk mendoakan ibumu?”

Saya menjawab, “Iya.”

Ia berkata, “Saya telah perintahkan dia untuk mendoakan ibumu.”

Saya pun berjalan pulang ke rumah dan mengetuk pintu, ternyata ibuku yang keluar berjalan kaki membukakan pintu.”

Ibuku berkata, ” Wahai anakku… Allah telah mengaruniakan kesembuhan untukku disebabkan doa Ahmad.”

(Dinukil dari kitab Majma’ul Ahbab wa Tadzkiratu Ulil Albab” Juz 3 halaman 364)

Kisah di atas diceritakan pula oleh Imam Dzahabi dalam kitabnya “Siyar A’lam An Nubala” dengan sedikit perbedaan redaksi.

☘️🌿🌴🌾🌱

Ada beberapa pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari kisah di atas :

Pertama, diperbolehkan meminta doa kepada orang shalih yang masih hidup.

Beberapa sahabat radhiallahu anhum meminta kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam agar berdoa kepada Allah untuk memenuhi hajat mereka. Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wafat, mereka meminta kepada paman beliau yaitu Abbas bin Abdul Muthallib agar berdoa kepada Allah untuk menurunkan hujan.

Kedua, pelajaran untuk anak agar patuh dan taat kepada orang tua.

Anak ibu yang sakit tidak membantah permintaan ibunya dengan mengatakan, “Ibu sudah sakit dua puluh tahun dan sudah sering berdoa minta kesembuhan. Percuma saja minta doa ke orang lain…. ”

Imam Ahmad taat kepada ibunya yang memerintahkannya untuk mendoakan ibu yang sakit.

Ketiga, Imam Ahmad tidak suka diistimewakan dan dianggap sebagai orang shalih. Beliau tidak suka orang lain berlebihan dalam memuliakannya. Memuliakan orang lain secara berlebihan dapat sampai kepada tingkat mengkultuskannya.

Anggapan manusia kepada seseorang bahwa ia memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah dapat menyebabkan lahirnya perasaan ujub (bangga diri) dan sombong. Allah murka kepada Iblis ketika menentang perintah Allah untuk bersujud kepada Nabi Adam Alaihis Salam.

Allah berfirman,

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

“Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Iblis menjawab, “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah”.” (Surat Al A’raf 12)

Kesombongan tersebut yang membuatnya mendapatkan kutukan dan laknat dari Allah. Orang-orang yang beriman memiliki sifat rendah hati, mereka membutuhkan Allah dan selalu berdoa kepadaNya.

Allah berfirman,

“Dan Rabb kalian berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan untuk kalian. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Surat Ghafir 60)

Marilah kita memenuhi perintah Allah dan meninggalkan laranganNya agar kita mendapat rahmatNya, agar doa kita dikabulkan Allah.

Allah berfirman yang artinya,

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”
(Surat Al Baqarah 186)

🌱🌱🌱🌱🌱
Oleh : Fariq Gasim Anuz

Sabtu,
20 Rabiul Akhir 1442 H
5 Desember 2020 M

Comment here