Informasi

Hukum Menata Rambut Ala Modern Untuk Muslimah

Spread the love

muslimah

Fitrah seorang wanita memang selalu ingin berhias dan mempercantik diri. Hal ini memang sangat wajar asalkan tetap pada koridor syar’i dan hendaklah diniatkan untuk tampil cantik di depan suaminya, dan bukan tabarruj untuk memamerkan kecantikannya di hadapan orang banyak sebagaimana yang sering terjadi pada sebagian banyak wanita muslimah di jaman ini.

Berikut ini adalah sebuah fatwa dari Syaikh Muhammad Shalih Al-Utsaimin mengenai hukum menata rambut ala modern, dimana trend rambut di masa ini khususnya untuk kaum wanita menjadi sebuah trend yang sangat digemari walaupun terkadang trend tersebut lebih banyak menyerupai gaya wanita-wanita non-muslim, yang tentunya bagi kaum muslimah harus senantiasa menjauhi sikap menyerupai tersebut yang merupakan tasyabuh terhadap orang-orang kafir.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih sebagaimana dalam Irwa’ul Gholil no. 1269)

Pertanyaan:

Asy-Syaikh yang mulian ditanya: Bolehkah baginya (perempuan) menata rambutnya dengan cara modern, dan bukan bertujuan untuk menyerupai perempuan-perempuan kafir, akan tetapi untuk suaminya, perlu diketahui bahwa wanita tersebut -alhamdulillah- komitmen terhadap urusan agamanya?

Jawaban:

Informasi yang sampai kepada saya tentang penataan rambut tersebut mesti dengan biaya yang memberatkan lagi banyak, yang mana terkadang penataannya sebagai bentuk menyia-nyiakan harta, dan yang saya nasehatkan pada kaum wanita agar menjauhi kemewahan ini. Hendaklah perempuan mempercantik diri untuk suaminya dengan cara tidak menyia-nyiakan harta, sesunguhnya Nabi Shalallahu ‘alaihi sallam melarang menyia-nyiakan harta.

Adapun jika ia pergi ke tukang rias perempuan yang mana ia meriasnya dengan biaya yang ringan untuk mempercantik diri untuk suaminya, maka hal ini tidaklah mengapa.

(Fataawaa Al-Haram 1408 H hal.285-286) dari Buku Fatwa-Fatwa Penting Sehari-hari – Pustaka Assunnah.

Semoga bermanfaat..

Comment here