Informasi

Allah Turun Ke Langit Dunia Setiap Malam

Spread the love

1434788_26287814

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ينزل ربنا تبارك وتعالى إلى السماء الدنيا كل ليلة حين يبقى ثلث الليل الآخر فيقول: من يدعوني فأستجيب له، من يسألني فأعطيه، من يستغفرني فأغفر له، حتى ينفجر الفجر

Rabb kami turun ke langit dunia setiap malam ketika tinggal sepertiga malam yang akhir, dan berfirman: “Siapa yang berdoa kepada-Ku maka akan Aku kabulkan doanya, siapa yang minta akan Aku berikan permintaannya, dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku akan Aku ampunkan dia.” (Muttafaq ‘alaih)

Hadits ini telah masyhur (populer) dalam kitab-kitab shahih, sunan dan musnad, serta disepakati tentang diterimanya dan dibenarkannya di kalangan ahlus sunnah wal jama’ah, bahkan diantara kaum muslimin yang belum dirusak oleh bid’ah, dengannya mereka mengetahui keaagungan Rabb mereka, luasnya pemberian-Nya dan perhatian-Nya kepada hamba-Nya serta penanganan-Nya terhadap semua kebutuhan agama dan dunia hamba-Nya.

Allah turun secara hakiki menurut apa yang Dia kehendaki. Ahlus Sunnah menetapkan turunnya Allah ke langit dunia sebagaimana mereka menetapkan seluruh sifat yang telah tetap dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka menahan diri dari menanyakan tentang kaifiyatnya, yaitu tidak menyerupakan dengan makhluk-Nya, tidak menafikan sifat-Nya, tidak meningkarinya dan mereka (Ahlus Sunnah) berkata: “Sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengabarkan kepada kita bahwa Allah turun ke langit dunia dan rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tidak mengabarkan kepada kita bagaimana cara turun-Nya.Dan Allah telah memberitahukan kepada kita bahwa Dia Maha Pelaksana terhadap apa yang dikehendaki-Nya dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.”

Oleh karena itu, orang-orang yang terkemuka dari kaum mukminin, mereka mencari waktu yang mulia ini (sepertiga malam terakhir) untuk mendapatkan karunia dan pemberian-Nya, mereka melaksanakan ibadah kepada Allah dengan tunduk dan khusyuk serta berdoa dengan merendah diri, mengharapkan dari Allah apa yang telah dijanjikan kepada mereka atas lisan rasul-Nya. Mereka tahu bahwa janji Allah itu benar. Mereka takut doanya tidak dikabulkan dikarenakan perbuatan dosa dan maksiat yang mereka lakukan.

Mereka menyatukan antara khauf (rasa takut) dan raja’ (mengharap) dalam beribadah kepada-Nya. Mereka mengetahui kesempurnaan nikmat Allah atas mereka sehingga hati mereka penuh dengan pangagungan dan keimanan kepada Rabb mereka.

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah
Prinsip-prinsip Akidah Ahlussunnah wal Jama’ah

Comment here