Informasi

Amal-amal Shalih di Bulan Ramadhan Bag.1

Spread the love

Amal-amal Shalih di bulan Ramadhan (Bagian.1)

1.Puasa
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

“Seluruh amal ibadah bani adam untuknya, dan setiap kebaikan akan dibalas sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat . Allah ta’la berkata, ‘kecuali puasa, sesungguhnya ia adalah milik-Ku dan Akulah yang langsung membalasnya. Seorang  yang berpuasa telah menahan diri dari syahwat, makanan dan minumannya karena Aku semata ada dua kegembiraan bagi yang berpuasa, kegembiraan saat berbuka dan kegembraan saat bertemu dengan Allah. Dan sesunguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma minyak kasturi.” (HR. Al-bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. رواه البخاري ومسلم

“Barangsiapa berpuasa karena keimanan dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Tentu saja, pahala yang besar ini tidak diberikan kepada orang yang hanya menahan diri dari makan dan minum saja, namun diperuntukkan bagi orang yang benar-benar mengaplikasikan nilai-nilai puasa.

Sebagaimana Rasullah bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ ، فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَه

”Barangsiapa yang tidak menahan diri dari ucapan dan amalan dusta, maka Allah tidak butuh kepada puasanya walau dia telah meninggalkan makanannya dan minumannya.” (HR al-Bukhari)

Dalam riwayat lain Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda,”Puasa bagaikan perisai, maka jika salah seorang kamu sedang puasa, janganlah dia berbuat tidak senonoh, berbiat jahat dan berbuat jahil , jika ada yang memaki dirinya , maka katakanlah ‘saya sedang berpuasa.”

2. Shalat Tarawih (Qiyamul Lail)

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam Bersabda,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.  

“Barangsiapa yang mengerjakan qiyamul lail pada bulan ramadhan karena iman dan mengharap pahala maka dia telah diampuni dosanya yang telah lalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam ayat Allah Ta’ala berfirman,

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا  وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

”Dan hamba-hamba yang baik dari Rabb Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas muka bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yag melalui malam hari dengan bersujud dan mereka berdiri untuk Rabb mereka.” (Al-Furqon 63-64).

Mengerjakan shalat malam adalah kebiasaan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam dan para sahabat, sehingga Aisyah berkata ,”Janganlah kalian tinggalkan shalat malam, sebab Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam tidak pernah meninggalkannya. Kendatipun beliau sedang sakit atau sedang lesu, beliau tetap  mengerjakannya dengan cara duduk.”

Ibnu Umar pernah membaca ayat:

(أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ)

(Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?)

Beliau berkata,”orang yang dimaksud dalam ayat diatas adalah Utsman bin Affan”

Ibnu Abi Hatim berkata,”Ibnu Umar mengatakan hal itu karena banyaknya sholat malam dan tilawah yang dilakukan Amirul Mukminin Utsman bin Affan. Hingga terkadang beliau membaca seluruh al-Quran dalam satu rakaat.”

Catatan:

Wahai saudaraku, sebaiknya engkau menyempuranakan shalat tarawih bersama imam, agar engkau termasuk orang-orang yang menghidupkan Ramadhan dengan sholat malam, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda,

مَنْ قَامَ مَعَ اْلإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
“Barang siapa qiyamul lail bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya (pahala) qiyam satu malam (penuh).” [HR Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, Ibn Majah, Nasa’i, dan lain-lain, Hadits shahih. Lihat Al ljabat Al Bahiyyah, 7]

Disalin dari Buku “Kiat-kiat Menghidupkan Bulan Ramadhan” buah karya Syaikh Abdullah ash-Shalih dan Syaikh Muhammad bin Shalih al-Munajjid.

Comment here