Informasi

Anda Mau Masuk Surga?

ANDA MAU MASUK SURGA?

JANGAN BERBUAT SYIRIK1

بسم الله الرحمن الرحيم

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ الله عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: «قَالَ الله تَعَالَى: يَا ابْنَ آدَمَ، إنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِي، يَا ابْنَ آدَمُ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ، ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ، يَا ابْنَ آدَمَ، إنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِي بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا، ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكُ بِي شَيْئاً، لأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً»، رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ، وَقَالَ: حَدِيْثٌ حَسَنٌ غَرِيْبٌ.

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah berfirman: Wahai anak Adam, sesungguhnya selama kamu terus berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, akan Aku ampuni semua yang ada pada dirimu (dosa-dosamu), dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian kamu memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dirimu. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan/dosa sepenuh dunia, lalu kamu bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak berbuat syirik (tidak menyekutukan diri-Ku) dengan suatu apapun, niscaya Aku akan membawa ampunan (untukmu) sebanyak itu pula”. Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan beliau berkata, “Hadits Hasan Gharib”. 2

PENJELASAN HADITS

  1. Hadits ini adalah akhir hadits yang dibawakan oleh An-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Al-Arba’in (empat puluh hadits). Dan jumlah sebenarnya adalah empat puluh dua hadits. Sehingga penyebutan Al-Arba’in (empat puluh) di sini adalah sebagai penggenapan jumlah saja. Hadits ini termasuk hadits qudsi yang diriwayatkan langsung oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari Rabb-nya subhanahu wata’ala.
  2. Ajakan pembicaraan dalam hadits ini adalah ditujukan kepada anak-anak Adam. Hadits ini menerangkan bahwa termasuk sebab diampuni dosa-dosa adalah berdoa kepada Allah, mengharapkan ampunan-Nya, memohon ampunan kepada Allah dari dosa-dosa, ikhlas (dalam melakukan semua itu), dan selamat dari berbuat syirik. Dan makna dari pengampunan dosa-dosa di sini adalah menutupinya dari makhluk Allah lainnya, memaafkannya, dan tidak membalasnya (tidak mengadzabnya).
  3. Sabdanya “Wahai anak Adam, sesungguhnya selama kamu terus berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, akan Aku ampuni semua yang ada pada dirimu (dosa-dosamu), dan Aku tidak peduli“. Seorang hamba yang berdoa kepada Allah, mengharapkan ampunan-Nya, memohon ampunan kepada Allah dari dosa-dosa tanpa putus asa, dan bertaubat dari segala kesalahan dan dosa, akan menghasilkan pengampunan dari Allah, walaupun dosanya sangat besar, banyak dan berulang-ulang. Oleh karena itu Allah berkata (dalam hadits tersebut) “akan Aku ampuni semua yang ada pada dirimu (dosa-dosamu), dan Aku tidak peduli“. Dan yang serupa dengan ini adalah firman-Nya:
    قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴿٥٣﴾
    Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. [QS. Az-Zumar: 53].
  4. Sabdanya “Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian kamu memohon ampunan kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dirimu”. Sebanyak apapun dosa seorang hamba, hingga mencapai langit, atau di bawahnya seperti awan, atau sepanjang pandangan ke atas, jika hamba tersebut meminta dan memohon ampunan-Nya disertai dengan taubat dari segala dosa, niscaya Allah akan mengampuni dosanya dan memaafkannya. Dan taubat dapat dilakukan dengan cara; berlepas diri dari dosa dan maksiat tersebut, menyesal terhadap apa yang telah dilakukannya, dan bertekad di masa yang akan datang untuk tidak pernah kembali kepada kemaksiatannya tersebut. Dan dari ketiga syarat ini, jika dosa yang ia lakukan berkaitan dengan hak Allah ‘Azza wa Jalla, dan padanya terdapat kaffarat, maka ia melakukan kaffarat tersebut. Dan jika dosa yang ia lakukan berkaitan dengan hak manusia, maka ia kembalikan hak tersebut atau ia minta dimaafkan.
  5. Sabdanya “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika kamu mendatangi-Ku dengan membawa kesalahan/dosa sepenuh dunia, lalu kamu bertemu dengan-Ku dalam keadaan tidak berbuat syirik (tidak menyekutukan diri-Ku) dengan suatu apapun, niscaya Aku akan membawa ampunan (untukmu) sebanyak itu pula”. Berbuat syirik (menyekutukan) Allah ‘Azza wa Jalla adalah dosa yang paling besar, yang tidak akan diampuni oleh Allah. Setiap dosa selain syirik, seluruhnya di bawah kehendak Allah. Jika Allah berkehendak untuk mengampuninya, maka Allah akan memaafkannya dan tidak mengadzabnya. Dan jika Allah berkendak (tidak mengampuninya), maka Allah pun akan mengadzabnya dan memasukannya ke dalam neraka. Namun, masuknya ia ke dalam neraka tidak kekal dan abadi seperti kekalnya orang-orang kafir di dalamnya. Ia akan keluar dan akhirnya dimasukkan ke dalam surga. Sebagaimana firman-Nya:
    إِنَّ اللَّهَ لا يَغفِرُ أَن يُشرَكَ بِهِ وَيَغفِرُ ما دونَ ذٰلِكَ لِمَن يَشاءُ ۚ … ﴿٤٨﴾
    Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya… [QS. An-Nisaa’: 48 dan 116].
    Dan dalam hadits ini, terdapat penjelasan bahwa betapa pun banyaknya dosa-dosa (seseorang), niscaya Allah akan mengampuninya, dengan syarat ikhlas dalam beribadah kepada-Nya saja, dan selamat dari perbuatan syirik (menyekutukan-Nya).

PELAJARAN DAN FAIDAH HADITS:

  1. Luasnya keutamaan dan ampunan Allah ‘Azza wa Jalla terhadap dosa-dosa hambanya.
  2. Salah satu sebab diampuninya dosa adalah berdoa kepada Allah dan berharap kepada-Nya tanpa putus asa.
  3. Keutamaan istighfar (memohon ampunan Allah) dari segala dosa, disertai dengan bertaubat kepada-Nya. Dan Allah akan mengapuni dosa-dosa orang yang sungguh-sungguh memohon ampunan-Nya, betapa pun banyak dosa-dosanya.
  4. Dosa syirik (menyekutukan Allah) adalah dosa yang paling besar yang tidak akan diampuni Allah. Adapun dosa (yang derajatnya) di bawahnya, maka itu semua berada di bawah kehendak Allah.
  5. Keutamaan ikhlas, dan Allah akan mengampuni dosa-dosa (seseorang) jika ia beribadah kepada Allah dengan ikhlas.

FOOTNOTE:

  1. Diterjemahkan oleh Abu Abdillah Arief B. bin Usman Rozali dari kitab Fat-hul Qawiyyil Matin fi Syarhil Arba’in wa Tatimmatul Khamsin, karya Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad Al-Badr –hafizhahullah-, cetakan Daar Ibnul Qayyim & Daar Ibnu ‘Affan, Dammam, KSA, Cet. I, Th. 1424 H/ 2003 M. Hadits ke-42, halaman 135 sampai 137.
  2. HR At-Tirmidzi (3540). Dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, dan dihasankan dalam As-Silsilah Ash-Shahihah (127), dan kitab-kitab beliau lainnya.
  3. Maksudnya; selama pelaku kesyirikan tersebut belum atau tidak bertaubat hingga ia meninggal dunia. Adapun jika ia bertaubat dari kesyirikannya sebelum ia meninggal dunia, maka Allah pun akan mengampuni dosanya.
    Lihat Taisiirul Kariimir Rahmaan fii Tafsiiri Kalaamil Mannaan (1/426). (Pent).

Disalin dari majalah AL-BAYAN edisi 6
Penulis: Ust. Abu Abdillah Arief Budiman, Lc
Artikel: http://www.snapsot.com/artikel-14

Comment here