Informasi

Bahaya Fanatisme

Spread the love

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum Ustadz..
Penggunaan Istilah Salaf nampaknya sudah banyak dipakai di kalangan masyarakat kita. Pertanyaanya bagaimana jika ada 2 kelompok kajian yang sama-sama menisbatkan dirinya pada salafy tapi dianta keduanya itu ada perbedaan dan sebagai orang awam saya suka ikut kajian pada kajian pertama dan yang kedua tapi untuk orang-orang tertentu ada yang fanatik hanya pada kelompok kajian A saja enggan kepada kelompok kajian B.. begitupun sebaliknya ada yang hanya maunya ke kajian B tidak mau ke kelompok kajian A bagaimanakan sikap yang benar untuk menghadapi masalah seperti ini.. syukron.

Jawaban:
Memang betul fenomena seperti ini terjadi, bahwa ada sebagian ma’had atau sebagian pengajian yang menisbahkan diri mereka kepada salaf yang A demikian yang B juga demikian menisbahkan masing-masing kepada salaf atau ahlussunnah tapi koq terjadi perbedaan antara A dan B tersebut. Lalu bahkan sebagian kaum muslimin yang mengikuti kajiannya pun fanatik terhadap masing-masing kelompoknya saja. Bagaimana sikap kita sebagai orang yang mungkin baru mengaji atau seorang muslim yang ingin benar dalam masalah ini apa yang harus kita lakukan?

bahaya fanatisme

Yang pertama.. bahwa pengakuan seseorang tatkala dia menisbahkan diri kepada salaf ini harus terbuktikan dan dibuktikan dengan hakikat atau kebenaran yang ada. Tatkala seseorang misalkan mengaku bahwasanya saya salafy atau kajian disini bermanhaj salaf, itu dilihat apakah benar sesuai dengan manhaj salaf seperti itu ataukah bagaimana? tarolah misalkan kajian yang ada di A ataukah kajian yang ada di B ternyata sebetulnya kitab yang dikaji sama, kemudian ulama yang di ambil ilmu mereka juga ternyata sama tapi lalu kenapa terjadi fanatik terhadap satu dan yang lainnya? Atau yang A tidak mau mengaji ke yang B atau sebaliknya. Nah ini berarti yang masalah bukan manhaj salafnya, berarti yang masalah adalah personilnya itu, orang-orangnya. Karena perlu diketahui ada Islam dan ada Muslim, ada Salaf dan ada Salafi.

Islam berbeda dengan Muslim, Islam adalah satu ajaran, satu agama, satu manhaj, satu tata acara beragama yang sempurna, itulah Islam dan yang melakukannya atau pelakunya adalah Muslim dan Muslim inilah yang tidak terjaga dan tidak ma’shum dari kesalahan. Adapun Islam itu itulah yang terpelihara dari kesalahan dan tidak mungkin salah karena itu datangnya dari Allah dan Rosul-Nya. demikian pula sama tatkala salaf dan salafy salaf adalah ajaran yang dibawa oleh Rasulullah yang merupakan islam yang masih murni dan orisinal dan Salafinya adalah orangnya. Orang yang mengaku-ngaku mengikuti manhaj salaf tetapi terjadi perbedaan berarti yang bermasalah adalah orangnya ini yang tidak ma’shum dan tidak terpelihara dari kesalahan. Lalu bagaimana solusinya tatkala kita dihadapkan dengan fenomena dan peristiwa seperti ini yakni memang nyata dan terjadi?

Maka kita ikuti apa yang haq, kita ikuti apa yang benar, ikuti saja terlebih dahulu boleh mengikuti kajian A, kajian B bahkan Kajian C dan D dan seterusnya selama kajian yang dibawakan oleh masing-masing kajian tersebut adalah benar mengacu kepada Al Quran dan Assunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, bukan dengan ra’yu (akal) masing-masing mereka. Namun tatkala mungkin mereka ada di salah satu kajian A, entah B, C, D atau seterusnya tatkala ditanya misalkan menurut pengajian kami begini .. atau menurut Ustadz yang mengisi di pengajian kami begini.. gak boleh mengaji pada yang lain misalkan. Nah yang seperti ini sudah termasuk fanatisme dan kesalahan dalam bermanhaj salaf karena ajaran atau manhaj salaf itu sendiri tidak mengajarkan pelakunya untuk fanatisme atau ta’ashub kepada satu orang saja dan sudah dibahas bahwa boleh seseorang ketika mereka yang menisbahkan kepada Imam Syafi’i, Hambali, Hanafi, Maliki tidak bermasalah selama tidak berta’ashub kepada masing-masing mereka, itu tidak bermasalah apalagi tatkala seseorang menisbahkan kepada Salaf maka ini harusnya tidak boleh lebih ta’ashub lagi.

Tidak boleh untuk ta’ashub atau fanatisme kepada orang-orang tertentu atau kajian-kajian tertentu yang sama sekali tidak terjamin akan keterpeliharaan mereka dari kesalahan. Sehingga sekali lagi sikap kita ikuti apa yang benar dari mana pun al haq itu bisa kita ambil. Darimana saja .. terutama apabila masing-masingnya mengkaji dari Al quran dan Sunnah dan pemahaman benar dari para ulama.

Tatkala misalkan ada perbedaan, berarti dari orangnya bukan dari manhajnya, bukan dari islamnya, dan bukan dari salaf itu sendiri. Jadi ikuti dan boleh mengkajinya tapi tidak boleh ta’ashub kepada satu pendapat saja akan tetapi kita harus hati-hati dan waspada karena di zaman ini pun banyak orang yang mengatasnamakan dakwah salafiyah tapi ada maksud dan tujuan tertentu dan membawa target tertentu sehingga kita harus panda-pandai dalam belajar dan memilih dan terakhir selalu diiringi dengan do’a kepada Allah agar Allah memberikan taufik kepada kita dan memberikan kelurusan kepada kita dalam belajar Islam ini sampai akhir hayat kita.Wallahu A’lam.

Pertanyaan di jawab oleh Ustadz Arif Budiman, Lc dalam kajian Manhaj (Meniti Jejak Rosul) Hari senin, pukul 05.30-06.30.

Adapun untuk rekaman audio tanya jawab ini Anda bisa simak di bawah ini:

[mp3-jplayer tracks=”Bahaya Fanatisme- Ustadz Arif Budiman, Lc@www.radioassunnah.com/kajian-new/Tanya Jawab/Jangan Pernah Fanatik-Ustadz Arif Budiman.mp3″]

Atau Anda bisa download langsung disini.

Comment here