Informasi

Cara Agar Hati dan Keimanan Kita Tetap Kuat

Spread the love

Pertanyaan:
Bagaimanakah caranya agar hati dan keimanan kita tetap kuat dan tidak berputus asa dari rahmat Allah?

Jawaban:
Semoga Allah Azza Wa Jalla memberkahi penanya dan memudahkan urusan hidupnya. Agar kita tidak mudah putus asa di kehidupan ini dan bisa istiqomah di atas jalan Allah Azza Wa Jalla maka pertama kita harus yakin bahwa segala sesuatu di dunia ini sudah Allah Azza Wa Jalla tetapkan dan seorang muslim yang beriman kepada Allah Azza Wa Jalla dan hari Akhirat maka tidaklah dia mendapatkan keburukan dalam hidupnya melainkan di belakang itu ada kemudahan.

hati yang kuat

Karena itu adalah janji Allah Azza Wa Jalla.. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan sampai Allah Azza Wa Jalla ulang dua kali dalam surat Al Insyirah.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S Al Insyirah : 5)

sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (Q.S Al Insyirah : 6)

Kemudian yang kedua bahwa sesulit apapun hidup ini maka kita harus yakin bahwa Allah Azza Wa Jalla tidak akan pernah menghinakan hamba-Nya yang beriman kepada-Nya. Kesulitan adalah ujian.. apabila kita bisa menyikapi dengan sabar seperti yang disebutkan tadi maka keutamaannya sangat banyak, diantaranya adalah rahmat Allah yang sudah Allah Azza Wa Jalla siapkan untuknya.

Apakah diantara bentuk rahmat-Nya tersebut? Hal ini sebagaimana Sabda Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam, beliau menyebutkan bahwa Allah Azza Wa Jalla bila mencintai suatu kaum Dia akan menguji mereka. Barangsiapa dia ridho dengan ujian tersebut, maka Allah Azza Wa Jalla akan ridho padanya, tapi barangsiapa berkeluh kesah maka Allah Azza Wa Jalla akan murka padanya.

Rasulullah saw. bersabda,

“Bila Allah ingin memberikan kebaikan pada seseorang, maka Dia akan mengujinya.” (HR Bukhari)

Sesungguhnya besarnya suatu pahala itu sesuai dengan besamya ujian. Jika Allah mencintai suatu kaum, Dia menguji mereka. Barangsiapa ridha, maka ia mendapatkan keridhaan-Nya; dan barangsiapa yang murka (tidak tahan uji), maka ia akan mendapatkan kemurkaan-Nya.”(HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Di ayat lain menyebutkan bahwa seorang mu’min dalam hidupnya di dunia ini senantiasa mendapatkan ujian sampai ketika dia berjumpa dengan Allah Azza Wa Jalla maka dia tidak akan menanggung dosa sedikitpun. Artinya ujian tadi menghapuskan dosa-dosanya asal kita ridho, itulah diantara rahmat Allah Azza Wa Jalla sehingga mengantarkannya kepada Allah Azza Wa Jalla dan dimasukkan ke surganya. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan kesempatan tersebut, sehingga ketika kita faham masalah ini kita tidak akan putus asa.

Hadits yang diriwayatkan oleh at-Tirmidziy dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu katanya, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam bersabda,

مَا يَزَالُ الْبَلاَءُ بِالْمُؤْمِنِ وَالْمُؤْمِنَةِ فِي نَفْسِهِ وَوَلَدِهِ وَمَالِهِ حَتَّى يَلْقَى اللهَ وَمَا عَلَيْهِ خَطِيئَةٌ

Ujian akan terus menimpa seorang mukmin; laki-laki dan perempuan, menimpa dirinya, anaknya, dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa.

Kemudian yang ketiga mendalami ilmu agama, dengan kita mendalami ilmu agama kita akan mengetahui segala macam hikmah, sehingga Allah menyebut ilmu ini dengan hikmah. Dan seorang yang diberi hikmah berarti diberikan kebaikan yang sangat banyak, adapun dunia maka itu merupakan kebaikan namun kebaikannya sediikit, dalam Al Quran Allah Azza Wa Jalla menyebutkan ketika menyebutkan dunia.. sesungguhnya dunia itu adalah kesenangan yang sedikit tapi ketika Allah memberikan hikmah “Allah memberikan hikmah dan barangsiapa diberikan hikmah berarti allah telah memberikan kebaikan yang sangat banyak”..

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَوْلاَدِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي اْلأَخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللهِ وَرِضْوَانٌ وَمَاالْحَيَاةُ الدُّنْيَآ إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ

Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga diantara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan. Seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridlaannya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al-Hadid: 20).

يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَآءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَايَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُوا اْلأَلْبَابِ

 “Allah menganugerahkan al-Hikmah (kefahaman yang dalam tentang al-Qur’an dan as-Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi al-Hikmah, dia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (Al-Baqarah: 269).

Oleh karena kata Nabi Shalallahu ‘alaihi Wassalam bahwa barangsiapa dikehendaki oleh Allah Azza Wa Jalla mendapatkan kebaikan tentu kebaikan yang luas dunia dan akhirat yaitu dimudahkan faham agama. Nabi bersabda:

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari nomor 71 dan Muslim nomor 1037).

Sehingga ketika kita faham soal agama kita akan mengetahui hikmah dibalik segala kesulitan sehingga tidak mudah putus asa, stress dan sebagainya. namun justru kita akan semakin mantap dan istiqomah.

Kemudian yang keempat banyaklah bergaul dengan orang-orang soleh.. yang akan senantiasa menghibur ketika kita sulit dan akan menasihati kita ketika kita terjerumus dalam maksiat dan akan menganjurkan kita untuk senantiasa berbuat baik dan bersyukur ketika kita lapang. Dan untuk itu mereka tidak berharap apapun kecuali memang karena ketaqwaan kepada Allah Azza Wa Jalla. Dan persahabatan itu akan berlangsung di dunia dan di akhirat seperti Allah Azza Wa Jalla sebutkan orang yang berkawan di dunia ini satu sama lain di akhirat akan berseteru akan bermusuhan kecuali orang-orang yang berkawannya karena ketaqwaan kepada Allah Azza Wa Jalla.

Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.(Az-Zukhruf: 67)

Kemudian berikutnya banyaklah meminta kepada Allah.. agar kita dimudahkan dalam urusan hidup ini agar diperbaiki kehidupan kita seperti yang disebutkan contoh do’anya tadi hendaklah kita senantiasa mengucapkan do’a tersebut baik dalam sholat kita, di luar sholat kita, kapanpun kita ucapkan do’a tersebut yaitu:

Do’a Untuk Meraih Kehidupan Bahagia

Dan do’a-doa yang semisal,  hendaklah senantiasa kita ucapkan kemudian hendaklah kita selalu berlindung kepada Allah Azza Wa Jalla dari segala keburukan dan dimudahkan dari segala kesulitan, demikian Wallahua’alam.

Pertanyaan di jawab oleh Ustadz Tata Abdul Ghoni dalam program acara KISAH (Kajian Ilmiyah Siang Hari) Meraih Kehidupan Bahagia pukul 13.00-14.00

Adapun untuk rekaman audio tanya jawab ini Anda bisa simak di bawah ini:

[mp3-jplayer tracks=”Bagaimana Cara Agar Hati dan Keimanan Tetap Istiqomah- Ustadz Tata Abdul Ghoni@www.radioassunnah.com/kajian-new/Tanya Jawab/Bagaimana Cara Agar Hati dan Keimanan Tetap Istiqomah – Ust Tata AG.mp3″]

Atau Anda bisa download langsung disini.

dipublish oleh Abu Arfa Tim radioassunnah.com

Ayat dan Hadits dari berbagai sumber. Gambar dari sxc.hu

Comment here