Kapolres Ciko “Pesantren, Menghadapi Orang Gila Panik tidak boleh tapi harus waspada”

Informasi kitafmrubrik rubrik

Cirebon– Kapolres Ciko(Cirebon Kota) akan membentuk Satgas Terpadu Penanganan Penyakit Masyarakat yang poskonya di Jalan terusan pemuda yg ada Pos Polisinya itu, untuk pembinaan orang gila,demikian menurut Kapolres Ciko, AKBP ADI VIVID AGUSTIADI BACHTIAR, SIK, MHUM, MSM dalam Konpers, Kamis, 22 Pebruari 2018 di Mapolres Ciko.

Kapolres beserta jajaran sudah menjaring 17 orang gila di kota Cirebon. Adapun untuk penyerangan terhadap ulama, memang orang gila ini diduga rentan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu, adapun untuk pembuktian hal itu diperlukan penangkapan kepada orang yang memanfaatkan itu. Yang jelas tujuan mereka mengganggu stabilitas politik dan keamanan.

Vivid juga menyampaikan bahwa dihimbau kepada babinkamtibmas Polres Ciko harus lebih sering menyambangi pondok pesantren di kota Cirebon dengan sholat subuh berjamaah di masjid Ponpes dan secara khusus Kapolres juga akan terus berkeliling mengunjungi pondok pesantren dan akan mengumpulkan pengasuh ponpes beserta DKM untuk hal ini.

“Dan kami akan mendatangi keluarga yang anggota keluarganya punya gangguan kejiwaan agar menjaganya jangan sampe membawa senjata atau berkeliling mengganggu keamanan” ujar Kapores Ciko lebih lanjut menerangkan.

Vivid juga mengklarifikasi bahwa dari 9 kejadian di wilayah Jawa Barat, dua yg sudah terbukti adapun yang 7 kejadian lain hoax.

Fenomena penyerangan orang gila terhadap tokoh agama dan santri saat ini membuat resah kaum santri dan kyai, dengan adanya keterangan dan perintah presiden kepada Kepolisian untuk menangani hal ini tentu menenangkan untuk komunitas pengajian dan ponpes, terutama di kota Cirebon.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.