Informasi

Seorang Suami Menentang Istrinya Berpakaian Yang Syar’i

Spread the love

Berpakaian yang syar’i bagi seorang muslimah merupakan sebuah kewajiban yang harus dilaksanakan bagi setiap muslimah yang ingin menjaga harga diri dan kehormatannya. Namun terkadang dalam praktiknya, khususnya di dalam kehidupan berkeluarga/berumah tangga selalu ada saja penghalang baik dari pihak orang tua bahkan dari pasangan sendiri yang menentang bahkan melarang putri/istrinya untuk memakai busana muslimah yang syar’i.

Lalu bagaimanakah sikap kita dalam menyikapi masalah ini? Mari kita simak sebuah fatwa berikut ini, yaitu jawaban dari sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin Rahimahullah. Semoga bermanfaat …

muslimah

Pertanyaan: Asy-Syaikh yang mulia ditanya: Seorang laki-laki yang telah menikah memiliki beberapa orang anak, istrinya berkeinginan mengenakan pakaian yang syar’i sedangkan suaminya menentang hal itu, bagaimana nasihat Anda untuknya, semoga Allah memberkahi Anda..

Jawaban: Kami nasihatkan kepadanya agar bertakwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang keluarganya dan sekaligus memuji Allah yang memberikan kemudahan baginya dengan seorang istri yang berkeinginan merealisasikan apa yang telah diperintahkan oleh Allah yaitu mengenakan pakaian yang syar’I yang menjamin keselamatannya dari fitnah. Allah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman agar memelihara diri mereka dari keluarganya dari api neraka dalam firman-Nya:

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.  (Q.S At-Tahrim: 6)

Dan jika Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam telah membebankan kepada laki-laki pertanggung jawaban tentang keluarganya, beliau bersabda:

Seorang laki-laki menjadi pemimpin bagi keluarganya dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya… “ (Muttafaq’alaihi)

Maka tidak layak laki-laki terebut berusaha memaksa istrinya untuk menanggalkan pakaian yang syar’i kepada pakaian yang haram, yang menjadi sebab timbulnya fitnah, maka hendaklah ia takut kepada Allah terhadap dirinya sendiri dan keluarganya dan hendaklah ia memuji Alllah atas nikmat-Nya yang telah memberikan kemudahan baginya dengan (adanya) perempuan yang shalihah ini.

Adapun berkaitan dengan suaminya, maka tidak halal baginya (istri) taat kepada suami selama-lamanya dalam rangka bermaksiat kepada Allah, karena tidak ada keta’atan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Khalik.

Wallahua’lam bisshowaab.

-Dari buku fatwa-fatwa penting dalam sehari-hari – Syaikh Muhammad Shalih  Al Utsaimin. Pustaka Assunnah.

Comment here