Oleh Syaikh:

Abdul Aziz Bin Abdullah Ar-Rojihi

-Bismillahirrahmanirraahiim-

:قال البربهاري رحمه الله-

الحمد للّه اللذي هدانا للإسلام, و منّ علينا به, و أخرجنا في خير أمة, فنسأله التوفيق لما يحب و يرضى, و الحفظ مما يكره و يسخط

Al-Imam Al-Barbahari –Rohimahullah- Berkata:

“Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah membimbing kita kepada islam, dan telah menganugrahi kita dengannya. Dan telah melahirkan kita dari umat terbaik, maka kami meminta kepada Nya taufiq  terhadap hal yang Allah ﷻ cintai dan Ia ridhoi, beserta penjagaan dari hal-hal yang Ia benci dan ia murkai.”

Penjelasan singkat:

Pengarang –rohimahullah- membuka risalahnya dengan pujian kepada Allah ﷻ sebagai bentuk mengikuti Al-Qur’annya yang mulia, karena Allah ﷻ memulai kitab Nya dengan memuji diri Nya. Dan “Al-Hamdu” adalah pujian kepada yang di puji karena ia memililki sifat-sifat yang baik dan kenikmatan-kenikmatan yang banyak disertai kecintaan dan pengagungan kepadanya. Hanya Allah ﷻ saja yang berhak memiliki seluruh bentuk pujian, karena Allah ﷻ pemilik perhambaan dan ketuhanan atas seluruh makhluqnya tanpa terkecuali. Sebagaimana yang Ibnu Abbas –Rodhiyallahu anhu- katakan:

((اللّه ذو الألوهية و العبودية على خلقه أجمعيىن))

Diriwayatkan dari Ibnu Jarir –Rohimahullah-(1/54)

((الحمد للّه اللذي هدانا للإسلام, و منّ علينا به))

Artinya:

“Segala puji bagi Allah ﷻ yang telah membimbing kita kepada islam, dan Allah ﷻ telah menganugrahi kita dengannya.”

Dan nikmat islam ini adalah salah satu nikmat yang Allah ﷻ berikan kepada kita, Allah ﷻ berfirman:

وَقَالُوا۟ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ

Artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk.”

Maka ini adalah nikmat yang sangat agung, tidak ada yang berhak mendapatkan pujian karena nikmat tersebut kecuali Allah ﷻ, kalau bukan karena sebab hidayah Allah ﷻ kita tidak akan pernah mendapatkan petunjuk. Akan tetapi Allah ﷻ memberi hidayah kepada kita, karena sebab nikmat itulah kita memuji Nya dan kita meminta kepada Nya agar kita diberi ketetapan diatas nikmat tesebut sampai kita wafat.

 

Makna Islam

Makna “Al-Islam” adalah menyerahkan diri kepada Allah ﷻ dengan tauhid, tunduk kepada Nya dengan mentaati Nya, serta berlepas diri dari kesyirikan dan orang-orang musyrik, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.

Dan tidak diagukan lagi bahwa Allah ﷻ yang menganugrahkannya kepada kita, maka milik Nya lah seluruh kenikmatan dan seluruh karunia. Maka kita memuji Nya karena ia telah memberi kita hidayah islam, da menganugrahi keimanan. Seperti yang Allah ﷻ firmankan di dalam Al-Qur’an tentang orang-orang yang lemah keimanannya:

يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا۟ ۖ قُل لَّا تَمُنُّوا۟ عَلَىَّ إِسْلَٰمَكُم ۖ بَلِ ٱللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَىٰكُمْ لِلْإِيمَٰنِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

Artinya:

“Mereka merasa telah memberi nikmat kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah: “Janganlah kamu merasa telah memberi nikmat kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah, Dialah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjuki kamu kepada keimanan jika kamu adalah orang-orang yang benar”.[Q.S:AL-A’ROF:93]

((و أخرجنا في خير أمة))

Aritinya:

((Dan telah mengeluarkan kita dari sebaik-baik umat))

penjelasan:

Kita memuji Allah  ﷻ karena telah memberi kita hidayah islam dan mengeluarkan kita dari umat terbaik yaitu umat Nabi Muhammad  ﷺ, sebagaimana firman Allah  ﷻ :

كنتم خير أمة أخرجت للناس تأمرون بالمعروف و تنهون عن المنكر و تؤمنون بالله

Artinya:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”[Q.S:ALI IMRON:110]

Dan karunia yang di sebutkan ayat diatas tidak bisa di dapatkan kecuali dengan beriman kepada Allah  ﷻ dan Rosul Nya ﷺ beserta amar ma’ruf dan nahi munkar. Maka siapa saja yang merealisasikan sifat-sifat ini ia pasti mendapatkan karunia tersebut, dan siapa saja yang tidak merealisasikannya maka ia tidak akan pernah mendapatkannya.

Iman adalah pokok agama islam

Dan keimanan kapada Allah ﷻ adalah asas dan pokok agama islam, akan tetapi pada ayat tersebut amar ma’ruf dan nahi mungkar di dahulukan karena keurgensiannya dan keagungannya. Karena kedua hal tersebut adalah yang menegakkan agama islam, karena agama islam berisi perintah dan larangan. Maka kamu memerintahkan dirimu berbuat kebaikan dan melarangya dari keburukan, sehingga kamu melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. Karena alasan inilah Allah ﷻ mengedepankan amar ma’ruf nahi mungkar daripada keimanan, meskipun keimanan adalah asas dan pokok agama islam.

((فنسأله التوفيق لما يحب و يرضى, و الحفظ مما يكره و يسخط.))

Artinya:

“maka kami meminta kepada Nya taufiq (hidayah taufiq) bagi kita terhadap hal yang Allah ﷻ cintai dan Ia ridhoi, beserta penjagaan dari hal-hal yang Ia benci dan ia murkai.”

Penjelasan:

Ini adalah doa dari Imam Al-Barbahari -Rohimahullah- untuk para penuntu ilmu. ia mengajarkanmu, menasehatimu, serta mendo’akanmu. Karena ia telah berdo’a untuk dirinya, saudaranya, dan murid-muridnya agar diberikan taufiq untuk mengamalkan hal-hal yang Allah ﷻ cintai dan ridhoi yaitu: apa-apa yang ia syariatkan di dalam kitab Nya dan melalui lisan Rosul Nya  ﷺ.

Makna Taufiq

Dan Taufiq adalah pertolongan ilahi, pertolongan yang Allah ﷻ khususkan bagi orang beriman saja. Pertolongan ini adalah nikmat yang agung, yang Allah ﷻ khusukan bagi orang beriman saja. dan Allah ﷻ menjadikan orang beriman cinta kepada keimanan dan benci kepada kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan. Sebagaimana firman Allah ﷻ :

 حَبَّبَ إِلَيْكُمُ ٱلْإِيمَٰنَ وَزَيَّنَهُۥ فِى قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ ٱلْكُفْرَ وَٱلْفُسُوقَ وَٱلْعِصْيَانَ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلرَّٰشِدُونَ

Artinya:

“Allah menjadikan kamu “cinta” kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,”

فَضْلًا مِّنَ ٱللَّهِ وَنِعْمَةً ۚ

Artinya:

“sebagai karunia dan nikmat dari Allah.”

Maka orang yang beriman mendapatkan kenikmatan yang agung dari Allah ﷻ  dan Allah ﷻ khusukan baginya sedangkan orang kafir tidak mendapatkannya. kalau bukan karena pertolongan Allah ﷻ niscaya orang-orang tidak akan mendapatkan petunjuk dan taufiq dari Allah ﷻ, karena alasan inilah Imam Al-Barbahari memohon kepada Allah ﷻ pertolongan dan taufiq.

((فنسأله التوفيق لما يحب و يرضى))

Artinya:

“maka kami meminta kepada Nya taufiq (bimbingan) bagi kita terhadap hal yang Allah ﷻ cintai dan Ia ridhoi”

yaitu amalan-amalan yang Allah ﷻ cintai dan ridhoi berupa perkataan ataupun perbuatan dan meninggalkan amalan-amalan yang Allah ﷻ benci dan Allah ﷻ murkai.

(( و الحفظ مما يكره و يسخط))

Artinya:

“dan penjagaan dari yang ia benci dan ia murkai”

yaitu kami meminta kepada Allah ﷻ agar menjaga kita semua dari hal-hal yang ia benci dan ia murkai berupa larangan-larangan syari’at. Dan yang paling besar adalah kesyirikan.

ini adalah do’a yang sangat agung. Do’a yang di panjatkan Imam Al-Barbahari -Rohimahullah- setelah memanjatkan pujian kepada Allah ﷻ. kemudian setelah ini beliau menjelaskan permasalahan-permasalahan tentang As-Sunnah secara terperinci.

 

  • Syaikh Abdul Aziz Bin Abdullah Ar-Rojihi. [Kitab Aunul Qori’ Bit Ta’liiq Ala Syarhis Sunnah Lil Barbahari, Hal 9-12] cetakan pertama, tahun 2017 M-1439 , markaz Abdul Aziz Ar-Rojihii.

By Admin

44 thoughts on “#1 Ringkasan dan Terjemahan Kitab Aunul Qari’ Bit Ta’liiq Ala Syarhis Sunnah Lil Barbahari”

Leave a Reply