Oleh Syaikh:

Salim Bin Ied Al0Hilali dalam Syarh Riyadhusshalihin

2 Syarat diterima Amalan disisi Allah ta’ala:

1- الإخلاص “Al-Ikhlas” yaitu meniatkan amalan hanya untuk wajah Allah ta’ala semata dan tidak di barengi dengan selain-Nya.

Dalilnya firman Allah ta’ala:

(وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقَيِّمَةِ)

Artinya : “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [Al-Bayyinah: 5].

 

Tafsir ayat:

     “Padahal semua kitab berasal dari pangkal dan agama yang sama, karena itu tidaklah mereka, “disuruh,” dalam seluruh syariat tersebut kecuali agar mereka menyembah, “Allah dengan memurnikan ketaatan kepadaNya,” yakni mencari Wajah Allah dalam seluruh ibadah, baik yang dzahir maupun yang batin, serta ingin mendekat di sisi-Nya, “yang lurus,” berpaling dan meninggalkan seluruh agama yang berseberangan dengan agama tauhid. Allah menyebutkan shalat dan zakat secara khusus meski keduanya tercakup dalam Firman-Nya, “Agar mereka menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya,” adalah karena keutamaan dan kemuliaan keduanya dan karena keduanya adalah ibadah yang jika ditunaikan, berarti seluruh syariat agama telah tegak. “Dan yang demikian itulah,” yaitu tauhid dan ikhlas dalam beragama adalah “Agama yang lurus,” yakni agama lurus yang akan mengantarkan ke surga penuh kenikmatan, dan selain itu hanyalah jalan-jalan yang akan mengantarkan ke Neraka Jahim.”[Tasir As-Sa’diy]

Dan firman Allah ta’ala:

(لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقْوَىٰ مِنكُمْ ۚ)

Artinya : “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya…” [Al-Hajj: 37].

Tafsir ayat:

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah,” maksudnya tujuan (yang terselip) padanya (binatang-binatang kurban) itu bukan semata-mata penyembelihannya saja. Tidaak ada sedikit pun dari daging-daging dan darahnya yang sampai kepada Allah. Sebab, Dia Dzat Yang Mahakaya lagi Terpuji. Yang sampai kepadaNya, hanyalah ikhlas (waktu mengurbankan) nya dan mengharapkan pahala serta niatan yang baik. Oleh karena itu, Dia berfirman, “Tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” Dalam ayat ini tertuang anjuran dan himbauan untuk ikhlas pada saat menyembelih unta. Hendaknya tujuannya adalah mencari Wajah Allah saja, bukan untuk membanggakan diri, riya’ (pamer agar dilihat), sum’ah (pamer agar didengar), ataupun hanya sekedar melaksanakan kebiasaan (budaya).”[Tasir As-Sa’diy]

2- الصواب “Ash-Showab” adalah: kesesuaian amalan dengan sunnah Rosulullah –Shallallahu alaihi wa sallam- yang shohih.

Dalilnya sabda Nabi –Shallallaahu alaihi wa sallam- :

((مَن عَمِلَ عَمَلاً لَيسَ عَليهِ أَمرُناَ فَهُوَ رَدٌّ ))

Artinya : “ Barangsiapa yang mengada-ada dalam urusan (agama) kami ini maka dia tertolak”.

“[H.R Bukhori 2647, H.R Muslim 1718]

2 Syarat sempurna suatu amalan:

1- الأَخذ بقوة “Al-Akhdzu Bi Quwwah” yaitu bersungguh-sungguh dalam beramal.

Dalilnya firman Allah ta’ala:

(فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُوا۟ بِأَحْسَنِهَا ۚ)

Artinya : “Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya…”

Tafsir ayat :

“maka (kami berfirman) ‘berpeganglah kepadanya dengan teguh” yakni dengan sungguh-sunggguh dan serius dalam menegakkannya. ”dan suruhlah kaummu berpegang kepada perintah perintahnya dengan sebaik-baiknya.” yaitu perintah-perintah yang bersifat wajib dan dianjurkan, karena ia adalah yang terbaik. Di dalam penjelasan ini terdapat dalil bahwa perintah Allah dalam setiap syari’at adalah sempurna, adil, dan baik.”

2- المسارعة “Al-Musaaro’ah” yaitu bergegas dalam beramal.

Dalilnya firman Allah ta’ala:

(وَلَا تَنِيَا فِى ذِكْرِى)

Artinya : “dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku”

Tafsir ayat :

“maksudnya janganlah kalian kendor semangat dan jangan malas untuk senantiasa berdzikir kepadaKu dengan cara menjaga kontinuitasnya. Pegangi hal ini terus, sebagaimana janji kalian berdua untuk selalu melakukannya, “supaya kami banyak bertasbih kepada-Mu dan banyak mengingat-Mu.” Sesungguhnya dzikir kepada Allah mendatangkan kemudahan dalam menangani segala urusan, menggampangkan urusan dan meringankan beban tanggungan.”[Tasir As-Sa’diy]

Allahu A’lam Bisshowab.

 

Referensi:

  • Al-Qur’an Al-Karim
  • Shohih Al-Bukhori, karya Al-Imam Al-Bukhori –Rohimahullah-
  • Shohih Muslim, Karya Imam Muslim –Rohimahullah-
  • Bahjatunnaadhirin Syarh Riyaadhushshaalihiin, karya Syaikh Salim bin Ied Al-hilali –hafidzohullahu ta’ala-
  • Taisiir Al-Kariimi Ar-Rahmaan Fii Tafsiir Al-Kalaami Al-Mannaan, karya Syaikh Abdurrahman Bin Nashir As-Sa’diy -Rohimahullah-

By Admin

27 thoughts on “4 syarat agar amalan diterima disisi Allah ta’ala dan berpahala besar hingga 700 kali lipat.”

Leave a Reply