لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

Artinya:

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

(Q.S Asy-Syuro:11)

Tafsir:

“tidak ada sesuatupun yang serupa dengan dia,” artinya, tidak ada sesuatu apapun dari mahkluk Nya yang menyerupai ataupun menyamai Nya, baik pada Dzat Nya, nama-nama Nya, sifat-sifat Nya, maupun perbuatan-perbuatan Nya. Sebab seluruh nama-nama Allah adalah sangat indah dan semua sifat-sifat Nya adalah sifat-sifat kesempurnaaan dan keagungan, dan perbuatan-perbuatan (af’al) yang denganya Allah menciptakan seluruh ciptaan-ciptaan yang luar biasa besarnya ini, tanpa ada sekutu. maka tidak ada sesuatupun yang semisal dengan Nya, karena kamanunggalan dan keesa’an Nya disertai kesempurnaan dari segala sisi.

“ Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar,” seluruh suara dengan berbagai macam Bahasa, dan berbagai macam variasi dialek. ”Lagi Maha Malihat,” Dia melihat langkah seekor semut hitam dan kecil di malam yang gulita di atas batu hitam yang besar nan keras, dan Dia melihat perjalanan makanan di dalam anggota tubuh hewan-hewan yang sangat kecil sekalipun, dan juga mengalirnya air di dalam dahan-dahan kayu yang sangat rumit.

Ayat ini dan selainnya adalah dalil Ahlus Sunah wal jama’ah dalam menetapkan sifat-sifat Allah dan menafikan(meniadakan) keserupaan Nya dengan mahkluk. Dan di dalamnya terlihat sanggahan terhadap kaum musyabbihah (yang meyakini Allah menyerupai mahkluk Nya), yaitu terletak pada firman Nya “tidak ada sesuatu apa pun yang serupa dengan Dia,” dan juga sanggahan terhadap sekte Mu’aththilah (sekte yang tidak meyakini adanya sifat bagi Allah,) yaitu pada firmaNya, “Dan Dia-lah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

[kitab Tafsir Taisiir Al-Kariim Ar-Rahman Fii Tafsiir Al-Kalaam Al-Mannaan hal. 888], karya Al-Allaamah Asy-Syaikh Abdurrahman Bin Naashir As-Sa’diy.

Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –Rohimahullah-:

“didalam firman Allah ﷻ:

( لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ)

“tidak ada sesuatupun yang serupa dengan dia,” adalah bantahan terhadap penyerupaan dan penyamaan,

sedangkan firman Nya :

(وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ)

“ Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar.” Adalah bantahan terhadap penyimpangan dan peniadaan.

Kitab [Majmu’ Al-fatawa li syaikhil islaam Taqiyyuddin Ahmad Ibnu Taimiyah, 2/8], karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah –Rohimahullah-

By Admin

Leave a Reply