Bismillah, pecinta Radio Kita FM Rohimakumullah.. kita akan melanjutkan kembali pembahasan mengenai Iman kepada Al Quran dari pembahasan yang telah lalu. Seperti yang telah kita ketahui, Iman kepada Al Quran merupakan salah bagian Rukun Iman yang masuk kepada Iman kepada Kitab-Kitab yang Allah turunkan. Dan dikarenakan, Al Quran adalah Kitab yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam sebagai pembawa risalah kepada ummat Islam sampai kepada kita sekarang ini, maka Iman kepada Al-Quran menjadi salah satu pembahasan yang khusus agar kita bisa lebih mengetahui bagaimana Iman kepada Al Quran yang benar sesuai dengan apa yang telah Allah Subhanahu Wa Ta’ala syari’atkan. Semoga bermanfaat ^^

Pembahasan Sebelumnya: Iman Kepada Al Quran (bagian 1)

iman kepada al quran

D.    Tantangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap para penentang Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah mu’jizat paling besar Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan setiap mu’jizat yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada para nabi-Nya selalu berkaitan dengan keadaan kaumnya masing-masing, oleh karenanya saat sihir merebak pada kaum fir’aun maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengutus Nabi-Nya Musa ‘alaihissalam dengan mu’jizat yang mirip dengan sihir tetapi bukanlah sihir sehingga para tukang sihir mengetahui bahwa hal itu datang dari Rabbul ‘Alamin seperti Tongkat yang bisa berfungsi seperti layaknya sihir, seperti  yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebutkan tentang hal itu didalam firman-Nya:

Maka para tukang sihir langsung tersungkur sujud, mereka berkata kami beriman kepada Rabbil ‘Alamin, Rabbnya Musa dan Harun.” (QS.  As-Sy’uara:  46-48)

Mu’jizat seperti ini tidak diberikan kepada selain Nabi Musa ‘alaihissalam.
Demikian pula saat tersebar kemampuan luar biasa tentang pengobatan pada zaman Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan mu’jizat kepada Nabi ‘Isa ‘alaihissalam sesuatu yang membuat para ahli pengobatan zaman itu terheran-heran dimana mereka tidak memiliki kemampuan seperti itu dan hal seperti itu tidaklah datang melainkan dari pencipta manusia yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, seperti menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan penyakit kusta atau kebotakan yang merupakan penyakit-penyakit yang sangat membahayakan dan ditakuti, juga membentuk seperti burung dari tanah kemudian dihidupkan dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga membuat akal para ahli pengobatan dan kedokteran tercengang dan tunduk serta mengakui bahwa itu semua datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala .

Juga saat berkembang kefasihan dalam berbahasa, balaghah, syair dan retorika dalam berpidato dikalangan bangsa arab maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjadikan mu’jizat Nabi-Nya Shalallahu ‘alaihi Wassalam Al-Qur’an yang mengandung nilai bahasa yang sangat tinggi yang tidak bisa ditandingi oleh ahli syair manapun dari bangsa arab, dimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyifatinya dengan:


Tidak mengandung kebathilan didepan ataupun dibelakangnya, diturunkan dari sisi Dzat Maha Bijaksana lagi terpuji.” (QS.  Fushshilat: 42).

E. Tahapan-tahapan tantangan Allah Subhanahu Wa Ta’ala terhadap para penentang Al-Qur’an

Merupakan kekeliruan besar tuduhan dan anggapan dari bangsa arab yang menyatakan bahwa Al-Qur’an tidak datang dari sisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala tetapi bikinan manusia, maka Allah  Subhanahu Wa Ta’ala menantang mereka untuk membuat dan menghadirkan yang semisal dengan Al-Qur’an dan mengkhabarkan bahwa mereka pasti tidak akam mampu untuk melakukannya, tantangan ini berlaku umum untuk mereka atau siapapun yang beranggapan sama dengan mereka baik dari bangsa manusia ataupun bangsa jin sampai hari kiamat, sebagaimana hal tersebut disebutkan secara langsung oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala didalam firman-Nya:

Katakanlah (wahai Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam) jika manusia dan jin bersatu untuk menghadirkan sesuatu yang semisal dengan Al-Qur’an ini maka mereka tidak akan mampu untuk menghadirkannya semisal dengannya walaupun sebagian mereka membantu sebagian lainnya.” (QS.  Al Isr:  88)

Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala menantang mereka dengan yang lebih ringan dari yang pertama saat mereka tidak mampu, yaitu menantang agar membuat atau menghadirkan sepuluh surat saja yang semisal dengan yang ada didalam Al-Qur’an jika memang Al-Qur’an adalah bikinan manusia, seperti yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebutkan didalam firman-Nya:


”Bukankah mereka mengatakan dia (Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam) membuatnya sendiri, Katakan (wahai Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam) hadirkanlah sepuluh surat saja yang semisal dengannya bikinan kalian sendiri dan serulah siapapun yang mampu untuk melakukannya selain dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika memang kalian benar.” (QS. Hud: 13).

Saat mereka tidak mampu menghadirkan sepuluh surat semisal dengan Al-Qur’an, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menantang mereka dengan yang lebih ringan dari itu yaitu satu surat saja, jika memang Al-Qur’an ini memang bikinan manusia seperti yang mereka persangkakan, seperti yang disebutkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala didalam firman-Nya:


Bukankah mereka mengatakan dia (Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam) membuatnya sendiri, Katakan (wahai Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam) hadirkanlah satu surat saja yang semisal dengannya  dan serulah siapapun yang mampu untuk melakukannya selain dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala jika memang kalian benar.” (QS.  Yunus: 38).

Dan tantangan ini terus diulang-ulang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada orang-orang yang meragukan Al-Qur’an datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bahkan menegaskan bahwa mereka tidak akan mampu untuk  menghadirkannya, seperti yang ditegaskan didalam firman-Nya:

“Dan jika kalian merasa ragu terhadap apa yang Kami telah turunkan kepada hamba Kami (Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi Wassalam) maka hadirkanlah satu surat saja semisal dengannya dan serulah pambantu-pembantu kalian selain dari Allah jika memang kalian benar, maka jika kalian tidak mampu melakukannya maka takutlah kepada api nereka yang bahan bakarnya manusia dan bebatuan yang telah dipersiapkan untuk orang-rang yang kafir.” (QS.  Al-Baqarah: 23-24)

F.  Sisi mu’jizat Al-Qur’an
Kemu’jizatan Al-Qur’an akan nampak bila kita mencermatinya dengan seksama, dan terlihat dari sisi-sisi berikut:

  1. Lafadz dan susunan kalimatnya, yang menunjukkan ketinggian nilai bahasanya dan kefasihannya yang tidak dapat dijangkau oleh siapapun dari kalangan ahli bahasa dan syair.
  2. Kandungan hukum dan syariatnya yang sesuai dengan keadaan hidup manusia sampai akhir zaman, dengan menerap-kannya dapat menghantarkan kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
  3. Berita-berita yang terkan-dung didalamnya baik tentang masa lalu ataupun masa akan datang dari perkara-perkara ghaib.
  4. Isyarat untuk memper-hatikan keadaan alam semesta baik apa yang ada dilangit maupun yang ada dibumi, bahkan pada diri manusia dan proses penciptaannya yang dengan jelas akan membuktikan bahwa Al-Qur’an datang dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala , Dzat Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.

Bila kita memperhatikan semua ini maka insya Allah akan semakin mantaplah keimanan kita terhadap Al-Qur’an dan kelezatan dalam membacanya sehingga akan tumbuh kerinduan untuk terus membacanya dan kerinduan untuk berjumpa dengan Dzat yang berfirman dengannya (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) dan tumbuh keinginan untuk mengkaji kandungannya yang merupakan maksud dari diturunkannya Al-Qur’an serta keinginan untuk menerapkan hukum-hukum yang terkandung didalamnya.

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa menunjuki kita dengan Al-Qur’an dan menjadikan kita sebagai ahli Al-Qur’an, diberi kemudahan untuk selalu membacanya, mengkajinya, mengamamalkannya dan mengajarkannya.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ومن تبعه إلى يوم القيامة

Daftar Pustaka:
1.    Al-Qur’an Al-Karim.
2.    Al-Iman Bil-Kutub Syaikh Muhammad Al-Hamd
3.    Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim oleh Al-Imam Ibnu Katsir
4.    At-Tauhid  oleh Syaikh Dr Shalih  bin Fauzan Al Fauzan.
5.    Syarah Aqidah Thahawiyah oleh Al Imam Ibnu Abi ‘Iz Al Hanafi.
6.    Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah oleh Syaikh Muhammad bin Utsaimin.
7.    Al-Iman Bil-Kutub Syaikh Muhammad binAbdurrahman Al-Juhani.

Ditulis oleh Ustadz Tata Abdul Ghoni Hafidzhohullahu Ta’ala, Beliau adalah salah satu Pengajar di Ponpes Assunnah Cirebon dan Pemateri di Radiosunnah Kita FM. Dari Majalah Al Bayan Edisi 9

DIpublish Ulang oleh Abu Arfa Tim radioasunnah.com sumber gambar: sxc.hu

By Radio Kita FM Cirebon

Radio Kita 94.3 FM Cirebon. SMS/WA 085210943943, Telpon On Air: (0231) 488281

Leave a Reply