Nasehat Untuk Para Pemuda

 

Pertanyaan: Apa nasehat anda bagi para pemuda yang berpegang teguh dengan syariat Islam di masa sekarang ini? Buku-buku apa yang anda nasehatkan untuk membacanya? Dan adakah di sana jadwal yang anda sarankan terkait kondisi pengajarannya?

Jawaban: Pertama: Pemuda yang berpegang teguh dengan syariat Allah sudah seharusnya memuji Allah ‘Azza wa Jalla atas limpahan taufik-Nya berpegang teguh dengan syariat Islam yang pokok utamanya adalah menegakkan berbagai kewajiban, menjauhi perkara-perkara yang diharamkan, dan berhenti di atas batasan-batasan yang telah Allah gariskan.

Kedua: Ia selalu butuh terhadap para ‘ulama, ‘ulama syar’i yang berjalan di atas manhaj salaf baik secara akidah (keyakinan)  maupun syariat. Ia selalu butuh kepada mereka. Karena seorang ‘alim, dialah yang akan membimbing dan menjadi panutan bagi para pelajar. Dan ini merupakan sunnah salaf. Harus menuntut ilmu kepada para syaikh (ulama) supaya tidak menyendiri dengan dirinya sehingga menjadi jahil pada sebagian perkara atau mengetahuinya namun tidak sesuai dengan makna yang diinginkan. Dalam sebuah kata-kata hikmah, mereka mengatakan:

من دخل ف العلم وحده خرج وحده

“Barang siapa masuk ke dalam ilmu sendirian, niscaya ia akan keluar sendirian.”

Yaitu siapa saja masuk ke dalam ilmu (sendirian) tanpa seorang guru, maka ia akan keluar (sendirian) tanpa ilmu.

Ketiga: Kitab-kitab itu dipelajari secara bertahap sesuai dengan tingkatan sang penuntut ilmu. Ini pelajar yang baru, butuh kepada kitab-kitab yang ringkas di bidang-bidang syar’iyyah, bahasa, dan ilmu-ilmu alat. Ini pelajar mutawasith (menengah), butuh kepada berbagai bidang keilmuan. Dan penuntut ilmu yang kuat pengetahuannya, butuh naik tingkatan dari yang mukhtashar (ringkas) kepada yang muthawwalat (meluas) dan syarah (penjelasan-penhelasan). Demikian jalan dalam menuntut ilmu.

Sehingga kebangkitan sebenarnya membutuhkan kepada kepemimpinan yang lurus dengan mengetahui ilmu tentang syari’at Allah. Dalam kepemimpinan itu ada hikmah dalam mengobati kondisi yang ada dan pengarahan yang tepat. Sehingga memungkinkan para pemuda untuk kembali di negri manapun kepada orang yang memenuhi persyaratan diatas yaitu ilmu terhadap syari’at Allah, lurus dalam bertindak, dan penuh hikmah. Sehingga wajib bagi mereka untuk mempelajari keadaan para pemuda itu dan memberikan pengarahan dengan pengarahan yang benar sehingga tidak terpecah belah disana-sini. Sesungguhnya melemahnya semangat yang terkadang menyerang seseorang adalah perkara yang telah diketahui hingga pada masa sahabat radiyallahu ‘anhum, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah menasehati dan berbicara kepada mereka sendiri. Ketika mereka pergi kepada keluarga mereka bergaul dengan isteri-isteri mereka, mereka sibuk dan lupa. Hingga mereka mengadu kepada Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam, maka nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata: “ Sesat dan sesat.”( Dikeluarkan oleh Al-Imam Muslim).

Sebagaiman Allah subhanahu wa Ta’ala telah menjelaskan hal tersebut dalam firman-Nya :

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيم

ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat) (Q.S Al-A’raf : 16-17)

Sebagian manusia berlebih lebihan dalam melihat rasa waswas sehingga meninggalkan sholat ketika kita minta pertolongan kepada Allah jika syetan melihat manusia dalam keadaan meremehkan, dia mengajak untuk menelantarkan sampai meninggalkan agama sedangkan dia sadar.

Kesimpulan dari pembahasan ini adalah aku manginginkan dalam kebangkitan ini hendaklah dibangun berdasarkan ilmu syar’i dan ilmu berkenaan dengan kenyataan yang ada dan bagaimana tindakan seseorang terhadapnya. Karena setiap kondisi ada pembicaraan tersendiri.

(Liqaa’aat Al-Baabil Maftuuh no.1488)

 

Sumber : Fatwa-Fatwa Penting Dalam Sehari-hari     

  karya: Syaikh Muhammad Shalih Al Utsaimin

 

 

 

 

 

By Radio Kita FM Cirebon

Radio Kita 94.3 FM Cirebon. SMS/WA 085210943943, Telpon On Air: (0231) 488281

Leave a Reply